Rabu, 20 Juni 2012

suku batak - Tomok: Makam Raja Sidabutar dan Tarian Sigale-gale

(suku batak) [Informasi seputer batak Toba, Pakpak, Karo, Simalungun, Angkola, Mandailing dan Wisata Danau Toba]
DARI EMPAT PENJURU MENUJU KE MEDAN
Saya berpelancong ke Sumatera Utara beberapa bulan yang lalu. Agak jenuh dengan aktivitas, saya dan tiga orang teman memutuskan bahwa kami akan mengunjungi Sumatera Utara untuk berwisata. Saat itu saya berdomisili di Kabupaten Kuantan Singingi Propinsi Riau, sedangkan tiga orang teman saya masing-masing berada di Kabupaten Aceh Besar Propinsi NAD, Kabupaten Pasaman Barat Propinsi Sumatera Barat, dan satu orang berada di DKI Jakarta. Entah bagaimana akhirnya kami memilih propinsi nomor dua paling ujung di Indonesia untuk dikunjungi.
Saya dan teman-teman berjanji bertemu di Medan. Tak pernah saya menginjakkan kaki di Medan sebelumnya, alhamdulillah Ibu saya punya kenalan di Medan sehingga saya tak luntang lantung bengang bengong di Medan. Liburan kami itu hanya 3 hari (long weekend), sehingga kami hanya dapat mengunjungi Danau Toba dan Pulau Samosir waktu itu. Kapan-kapan saya ingin kembali ke Sumatera Utara. Indah sekali ternyata.
TOMOK
Dari Medan, saya dan teman-teman menuju ke Parapat dengan menggunakan mobil travel. Biayanya adalah Rp 100.000/orang, dengan lama perjalanan sekitar 5 jam. Dari Parapat, terdapat dua dermaga untuk menuju ke Pulau Samosir, yaitu Dermaga Ajibata dan Dermaga Tiga Raja. Menyeberangi Danau Toba menuju Pulau Samosir memakan waktu tak lebih dari 1 jam dengan biaya Rp 7.000,00/orang.
Tomok terletak tepat di tepi dermaga Ajibata, sehingga mudah dicapai. Jalan sedikit sudah sampai. Di kompleks pemakaman raja di Tomok, terdapat makam besar peninggalan raja-raja Samosir seperti Makam Raja Sidabutar dan keluarganya. Terdapat 3 kuburan Raja Sidabutar dan 3 kuburan keturunannya, sejak masih menganut aliran kepercayaan (Parmalim) hingga menganut agama Kristen yang dibawa oleh Nomensen pada tahun 188. Selain itu, ada pula Museum Batak, Batukursi Tomok, Patung Gajah, serta Patung Sigale-Gale.Makam Raja Sidabutar, di kompleks pemakaman raja di Tomok.Patung pengawal Raja Sidabutar. Selain itu ada pula Batukursi Tomok dalam kompleks pemakaman ini.
SIGALE-GALE
Sigale-gale merupakan salah satu atraksi kesenian rakyat tanah Batak, yaitu berupa patung kayu yang dibuat dapat menari mengikuti irama gondang. Menurut sejarah, beberapa abad yang lalu anak satu-satunya dari Raja Rahat jatuh sakit. Tak ada satu obat pun yang dapat mengobati sehingga tidak tertolong. Raja menjadi sangat sedih dan berduka. Agar tidak terlalu bersedih, Raja memerintahkan pemahat untuk membuat patung dari kayu sebagai perwujudan anaknya yang disebut Sigale-Gale. Patung ini diikat ke jalinan tali yang digunakan untuk menggerakkan tubuhnya. Dan Sigale-gale dapat menari mengikuti irama gondang untuk menghibur ayahnya. Hingga saat ini, atraksi tarian Sigale-gale merupakan salah satu hiburan tetap di beberapa lokasi wisata di Samosir.Patung kayu Sigale-gale yang pintar menari mengikuti irama gendang dari tape recorder.Anak-anak ikut menari bersama Sigale-gale. Setelah menari, Anda mesti siap-siap dikerubungi karena mereka minta recehan. Ongkos menari katanya. 
Bila dulu Sigale-gale menari diiringi musik tradisional, maka saat sudah menggunakan tape recorder. Di Tomok ini, saya dan teman-teman berkesempatan ikut menikmati serunya menari bersama Sigale-gale.
Di Tomok ini, banyak pula penduduk lokal yang menawarkan produk Sumatera Utara, seperti baju berlabel Danau Toba atau Pulau Samosir, patung, gelang, tas, dan segala macam kerajinan tangan yang bisa menjadi oleh-oleh. Mungkin syaratnya, anda mesti pintar berbahasa Batak dan menawar harga. Bila kedua syarat sudah dipenuhi, harganya akan lebih miring tentunya. Nah, selamat berwisata budaya!
Sumber bacaan:
  1. http://www.tuktuksamosir.kampungdigital.com/lokasiwisata.php
  2. http://www.bakosurtanal.go.id/bakosurtanal/rumah-adat-batak-cermin-kearifan-lingkungan/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar