Selasa, 05 Juni 2012

suku batak - Obyek Wisata Kabupaten Karo

(suku batak) [Informasi seputer batak Toba, Pakpak, Karo, Simalungun, Angkola, Mandailing dan Wisata Danau Toba]
Obyek Wisata Kabupaten Karo


Peninggalan Sejarah

Pura di Bintang Meriah
Pada zaman dulu, Hindu adalah agama yang umum di Tanah Karo tetapi pada saat ini agama Hindu ini sudah hampir punah. Perkampungan kecil Bintang Meriah memiliki penganut agama Hindu 10 keluarga dari 300 keluarga. Lima belas tahun yang lalu masih banyak terdapat penganut Hindu ditempat ini dan orang-orang Bali membangun sebuah candi untuk mereka. Saat sekarang ini tidak ada lagi yang menggunakan candi tersebut dan sudah diganti dengan tumbuh-tumbuhan. Candi ini terletak disamping jalan ke perkampungan Bintang Meriah hanya satu kilometer dari Selatan Tanjung Pulo – Perbesi. Tanjung Pulo terletak 8 Km sebelah Timur Tiganderket. Tanjung Pulo memiliki pasar buah pada sore hari yang buka 5 kali seminggu. Tomat, Cabe, bawang putih, jeruk dan jagung diperdagangkan di pasar ini.

Legenda Gurda-Gurdi
Gundala-gundala memiliki arti sebuah tarian topeng. Zaman dahulu kala di sebuah daerah di Tanah Karo, tinggallah seorang raja dan seorang putrinya yang menikah dengan panglima tertinggi kerajaan. Suatu waktu keluarga kerajaan membuat jalan setapak menuju hutan, dan ketika mereka sedang berada di hutan, mereka bertemu dengan seekor burung yang sangat besar yang disebut GURDA-GURDI. Burung GURDA-GURDI berasal dari serangga. Setelah melihat seorang gadis cantik, GURDA-GURDI ingin menjadikannya sebagai istrinya, tetapi karena gadis itu telah menikah suaminya dan raja sangat marah... kemudian merekapun berperang di tengah hutan. Akhinya pasukan raja dapat mengalahkan GURDA-GURDI. Atraksi ini biasanya dipertunjukkan masyarakat Karo pada upacara ritual untuk menyuruh agar hujan turun. Tetapi untuk saat ini atraksi ini normalnya dibuat untuk menyambut tamu khusus dan kegiatan lainnya.

Meriam Putri Hijau
Bukti peninggalan sejarah Puntungan Meriam Putri Hijau dapat kita temui di Desa Sukanalu dan Seberaya yang hingga sekarang masih dianggap oleh masyarakat mempunyai magic dan setiap tahun dibersihkan serta sesajen (upah) atau cibal-cibalen oleh masyarakat setempat. Jarak dari kota Berastagi ke Desa Sukanalu 23 Km dan ke Seberaya 7 Km. Untuk mengunjungi objek wisata ini dapat menggunakan kendaraan ukuran besar dan transportasi bus umum.


Tari-tarian Tradisional Karo

Tari Ndurung
Zaman dahulu kala, di dataran tinggi Karo Prop. Sumut. tinggalah seorang raja dengan istrinya beserta putri mereka yang sangat cantik. Pada suatu hari, putri raja sakit. Maka ratu menanyakan putrinya apa yang diinginkannya supaya dia cepat sembuh, kemudian putri raja tersebut mengatakan bahwa dia menginginkan seekor ikan dari perkebunan padi dan buah palma. Setelah itu raja memerintahkan rakyat supaya mencari apa yang diinginkan putrinya. Tarian ini menggambarkan bagaimana masyarakat Karo melakukan kegiatan mereka sehari-hari seperti bekerja di perkebunan padi, di lapangan dan mengambil buah palma dari hutan.

Tari Ndikkar
Ndikkar adalah bentuk pertahanan diri tradisional Karo atau Pencak Silat yang tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan kebudayaan masyarakat Karo. Ndikkar memiliki ciri-ciri : gerakan yang sangat lambat dan lembut tetapi di saat-saat tertentu gerakan tarian ini akan terlihat keras dan cepat. Khususnya masyarakat Karo, mereka mempelajari Pencak Silat hanya untuk pertahanan diri sendiri, tetapi sekarang tarian Ndikkar sebagian besar telah menjadi tarian kebudayaan.

Tari Baka
Zaman dahulu kala, masyarakat di dataran tinggi Karo masih mengandalkan orang pintar atau paranormal. Hampir semua masalah yang ada disampaikan kepada orang pintar atau paranormal. Khususnya untuk masalah penyakit, masyarakat akan membawanya kepada orang pintar untuk disembuhkan. Dalam proses penyembuhannya orang pintar atau paranormal menggunakan sebuah keranjang dan mangkok khusus untuk tempat ramuan-ramuan obat. Oleh karena itu tarian ini menggambarkan bagaimana orang pintar atau paranormal tersebut menyembuhkan orang yang sakit.

Tari Tongkat
Beberapa tahun yang lalu masyarakat Karo masih mempercayai adanya kekuatan gaib dan roh halus. Dalam beberapa kegiatan kebudayaan, manusia yang memiliki ilmu gaib masih berperan penting untuk berhubungan dengan roh-roh halus. Tari Tongkat ini menggambarkan bagaimana manusia yang memiliki ilmu gaib ini mengusir roh-roh jahat yang masuk ke suatu tempat di pedesaan. Manusia tersebut menggunakan sebuah tongkat khusus yang disebut tongkat malaikat dan tongkat panaluan.

Upacara Tradisional Prantoka Pranakan Toba KaroErpangir Kulau
Erpangir kulau adalah upacara mandi untuk mengusir roh jahat atau menyucikan diri dari pengaruh roh jahat, memberi sesajian kepada yang kuasa supaya diberikan rejeki. Upacara ini masih dapat ditemukan dibeberapa tempat. Sering juga dilakukan dalam upacara perkawinan, membuat nama anak dan menolak penyakit yang dibuat oleh roh-roh jahat.

Upacara Perumah Begu
Upacara perumah begu masih tetap ada diantara penganut animisme. Dalam upacara perumah begu ini seorang dukun dapat berkomunikasi dengan roh-roh para leluhur dengan mengijinkan roh-roh itu masuk ke dalam tubuhnya. Dengan cara ini kita dapat mengetahui tentang hal-hal yang akan datang dan masa lalu para leluhur dapat disingkap.

Erdemu Bayu
Upacara lain yang dapat dilihat di Karo adalah erdemu bayu yaitu pesta perkawinan, suatu pesta upacara yang melibatkan banyak orang, baik dari pihak pengantin pria, pihak pengantin wanita, kalimbubu, anak beru dan sembuyak. Di dalam perkawinan karo pihak wanita masuk ke dalam pihak pria dan pihak pria harus membayar tukur (mas kawin) kepada kalimbubu.

Mengket Rumah dan Cawir Metua
Mengket rumah adalah upacara memasuki rumah baru dan cawir metua adalah upacara untuk orang yang meninggal pada usia tua (seluruh anak sudah menikah)

Ngampeken Tulan-tulan
Ngampeken tulan-tulan adalah upacara untuk mengambil tulang tengkorak dan kerangka para leluhur untuk ditempatkan pada kuburan rumah atau kuburan yang lebih baik. Ini adalah cara untuk menaikkan status para leluhur (yang diangkat tulang bangkainya).

Obsek Wisata Alam Karo
Air Terjun Sipiso-piso
ir terjun ini mempunyai ketinggian jatuh 120 m dan dilatarbelakangi panorama indah Danau Toba, bukit-bukit, bentangan pulau Samosir berwarna biru, pematang sawah dan ladang. Jarak dari kota Berastagi ke obyek wisata ini 35 Km dan dapat menggunakan bus ukuran kecil dan besar.

Gunung Sibayak
Gunung Berapi Sibayak dalam keadaaan aktif berlokasi di atas ketinggian 2.172 m dari permukaan laut. Pendakiannya melewati hutan belantara tropis dan tebing yang penuh tantangan serta di puncak gunung terdapat hamparan dataran tempat berkemah. Dari puncak gunung terlihat kawah yang masih aktif mengeluarkan magma dan pemandangan yang indah dan menawan. Jarak dari Kota Berastagi ke tempat awal pendakian dari Desa Jaranguda 1,5 Km dari Desa Raja Berneh 15 Km. Lama pendakian diperkirakan lebih kurang 2 sampai dengan 3 jam.

Gunung Sipiso-piso
Daerah wisata gunung Sipiso-piso dapat dipergunakan untuk olahraga air, lokasi untuk terjun payung, dimana lokasi start dimulai dari puncak gunung Sipiso-piso dan lokasi untuk mendarat berada pada pinggir Danau Toba – Tongging. Lokasi ini sudah lama dikenal sebagai lokasi olahraga air– paralayang. Lokasi ini berada 34 Km dari Berastagi. Pemandangan di lokasi ini sungguh menarik.

Gunungapi Sinabung
Gunungapi Sinabung adalah gunungapi strato berbentuk kerucut, dengan tinggi puncaknya 2460 m dpl. Lokasi Gunungapi Sinabung secara administratif masuk ke dalam Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Secara geografis terletak pada posisi 3o10’ Lintang Utara dan 98o23,5’ Bujur Timur.

Pendakian melewati belantara tropis dan tebing yang penuh dengan tantangan, dan puncak gunung terdapat hamparan untuk berkemah. Dari puncak gunung terlihat kawah yang mengeluarkan magma serta pemandangan indah yang menawan. Jarak dari Kota Berastagi ke tempat awal pendakian Gunung Sinabung dari desa Sigarang-garang, Lau Kawar, Mardinding memakan waktu lebih kurang 4 jam.

Bukit Gundaling
Bukit ini ditumbuhi oleh pohon kayu dan bunga-bungaan yang sudah dikenal sejak jaman penjajahan Belanda yang merupakan tempat rekreasi bagi remaja, keluarga, para Wisatawan Mancanegara dan Nusantara. Dari puncak bukit terlihat panorama Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung, dan Kota Berastagi. Dari Berastagi ke Bukit Gundaling berjarak 2 Km dan untuk sampai kesana seseorang dapat menggunakan bus ukuran kecil dan besar.

Para Layang
Gunung sipiso-piso adalah tempat ideal untuk paralayang ,mungkin merupakan salah satu tempat yang terbaik di Asia Tenggara karena memiliki cuaca yang baik. Sejauh ini hanya di pergunakan tahap percobaan dan belum di dukung oleh peralatan yang memadai. Sangat diharapkan ini akan segera terwujud. Pemeritah sedang mencari investor.

Danau Toba
Danau ini merupakan suatu keajaiban karena berlokasi di atas dataran tinggi lebih kurang 800 m dari permukaan laut yang merupakan asset nasional menduduki rangking ke 2 (dua) sebagai danau terbesar di dunia dan memiliki keindahan alam yang sulit mencari tandinganya. Danau tersebut dikelilingi oleh bukit yang ditumbuhi hutan pinus dan air berwarna biru. Dari Desa Tongging dapat dilakukan perjalanan danau ke Parapat. Jarak dari Kota Berastagi ke obyek wisata ini 40 Km dan dapat menggunakan kendaraan ukuran kecil dan besar.

Danau Lau Kawar
Danau ini memiliki luas lebih kurang 200 Ha diapit oleh alam pegunungan yang ditumbuhi kayu–kayuan hutan tropis dan dipinggir danau terbentang lahan seluas 3 Ha sebagai lokasi tempat berkemah. Bagi wisatawan yang berjiwa petualangan, dari obyek ini dapat melakukan kegiatan panjat tebing dan sekaligus pendakian ke puncak Gunung Sinabung melewati hutan belantara. Jarak dari Kota Berastagi ke obyek wisata ini 27 Km dan dapat menggunakan kenderaan roda empat melewati beberapa desa dan lahan pertanian

Tongging
Tongging adalah tempat yang nyaman untuk santai dan juga merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi. Terletak di sebelah ujung utara Danau Toba dengan pemandangan yang sangat indah. Jalan yang curam dan berliku-liku dari Merek. Dari sebelah kanan jalan ini, kita dapat melihat keindahan air terjun Sipiso-piso.Tongging berada di tengah-tengah daerah yang didiami tiga suku Batak Toba, Pakpak dan Karo yang bercampur baur dan menggunakan bahasa lokal dengan menggunakan bahasa dari ketiga suku tersebut.

Air Panas Lau Debuk-debuk
Obyek wisata ini merupakan pemandian air panas yang mata airnya bersumber dari perut bumi, mengandung unsur belerang, dapat mengobati penyakit gatal–gatal dan biasa dibuat sebagai pengganti mandi sauna. Pada waktu–waktu tertentu ada kegiatan ritual seperti : Erpangir Ku Lau (mandi ritual) yang bertujuan membersihkan diri dari roh – roh jahat dan niat – niat yang tidak baik. Jarak dari Kota Berastagi ke obyek wisata ini 10 Km dan dapat menggunakan bus ukuran besar.

Air Panas Semangat Gunung
Obyek wisata ini sebagai tempat pemandian air panas alam yang telah dikelola secara profesional dalam bentuk kolam–kolam renang yang suhunya berbeda–beda sesuai dengan keinginan para wisatawan. Mata air ini bersumber dari perut bumi dan mengandung unsur belerang yang dapat mengobati penyakit gatal–gatal. Jarak dari kota Berastagi ke obyek wisata ini 13 Km dan dapat menggunakan bus ukuran kecil atau besar.

Oukup
Oukup adalah sejenis mandi uap Tradisional Karo. Campuran rempah-rempah termasuk kulit jeruk yang direbus. Secara tradisional seseorang akan membungkus dirinya dengan selimut dan meletakkan tempat dengan air panas yang menguap dibawahnya. Saat ini proses tersebut telah di moderenisasi dan orang yang mandi duduk dalam sebuah bilik kecil dan uap di masukkan melalui pipa. Bentuk modern ini telah menjadi populer dalam beberapa tahun ini, khususnya di Medan. Dimana ratusan tempat oukup dibuka. Mandi uap cocok untuk membasmi flu, sakit kepala dan masalah tidur.

Taman Hutan Raya Bukit Barisan
Obyek wisata ini merupakan kawasan hutan seluas lebih kurang 7 Ha yang ditumbuhi berbagai jenis kayu–kayuan hutan tropis berusia diatas 60 tahun dan didalamnya berkembang berbagai species kupu–kupu langka. Di obyek wisata ini dipelihara gajah yang dapat dimanfaatkan sebagai transportasi wisatawan mengelilingi hutan. Jarak dari Kota Berastagi ke obyek wisata ini 5 Km.

Gua Liang Dahar
Gua Liang Dahar mempunyai 3 ruang besar dengan ukuran masing–masing 500 m², 400 m² dan 300 m², serta ruang ukuran kecil lainya. Di dalam gua terdapat mata air yang mengalir melalui terowongan kecil ke Desa Bekerah dan diatas dinding gua terdapat sarang burung layang–layang dan kalong. Jarak dari Kota Berastagi ke obyek wisata ini 40 Km, sampai ke Desa Lau Buluh dapat menggunakan kenderaan roda empat dan selanjutnya berjalan kaki lebih kurang 30 menit.

Air Terjun Sikulikap
Air Terjun ini mempunyai ketinggian jatuh 30 m dan jarak dari monumen Berastagi ke obyek wisata ini lebih kurang 11 Km. Dikelilingi hutan tropis tempat Gibon bergantungan yang kadangkala berteriak bersahut-sahutan dan di sekitar lokasi ini terdapat bajing, burung gagak, phyton dan kupu-kupu berwarna-warni. Disepanjang jalan objek wisata ini dapat dinikmati jagung bakar dan rebus. Untuk sampai ketempat ini dapat menggunakan bus besar atau kecil menuju Medan atau Berastagi dan menuruni tangga dari jalan pada perbatasan Karo-Deli Serdang.

Arung Jeram
Arung jeram seharian dapat dilakukan di sungai “Lau Biang“. Perjalanan dimulai dari desa Bintang Meriah dan dalam waktu 8 jam tiba di desa Limang. Sungai mengalir melalui kebun-kebun penduduk dan bukan hutan rimba yang belum pernah di jamah. Seorang pelancong sering mengkombinasikan antara arung jeram dengan bersafari jeep akan berakhir di Barohok dekat Bukit Lawang selama 3 hari dan kembali. Perjalanan ini melalui bagian dari Taman Nasional Gunung Lauser.

Wisata Kota
Kota Berastagi
Di sekeliling kota Berastagi dapat dilihat banyak daerah objek wisata yang memiliki daya tarik yang sangat kuat seperti Bukit gundaling, Kolam Renang, Kebun Bunga, Taman Hutan Raya Bukit Barisan, Deleng Kutu, Rumah Tradisional dan melakukan aktivitas para wisatawan seperti menunggang kuda, naik sado, bermain golf dan menyaksikan kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan setiap hari Minggu.

Desa Budaya Lingga
Di desa ini terdapat bangunan rumah Tradisional Karo berusia 250 tahun yang dikenal dengan nama Rumah Siwaluh Jabu dihuni oleh 8 kepala keluarga yang hidup berdampingan dalam keadaan damai dan tenteram. Bahan bangunan rumah tradisionil ini dari kayu bulat, papan, bambu dan beratap ijuk tanpa menggunakan paku yang dikerjakan tenaga arsitektur masa lalu. Jarak dari Kota Berastagi ke obyek wisata ini 15 Km yang dapat menggunakan kenderaan umum dan juga kendaraan (bus) wisata.


Sumber : http://www.karokab.go.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar