Selasa, 15 Mei 2012

suku batak - Pelleng Manuk Tuk Makanan Khas Pak-pak

(suku batak) [Informasi seputer batak Toba, Pakpak, Karo, Simalungun, Angkola, Mandailing dan Wisata Danau Toba]
Pelleng Manuk Tuk Makanan Khas Pak-pak

Pernah makan Pelleng Manuk Tuk? Mungkin mendengar namanya saja belum pernah. Itu dapat ditolerir, karena makanan ini memang terbilang jarang didapatkan di Medan, bahkan mungkin tak ada. Pasalnya, Pelleng Manuk Tuk ini merupakan makanan khas daerah Pak-pak.

alau dilihat dari penyajiannya, Pelleng Manuk Tuk ini sekilas seperti nasi goreng biasa atau seperti nasi kuning. Namun, sebenarnya makanan ini bukan nasi goreng atau nasi kuning, melainkan nasi yang dimasak dengan bumbu khas Pak-pak.

Erlina Br Lingga Pemilik Stand Silima Suak pada Festival Budaya dan Kuliner Sumut di Taman Budaya Sumut, Jum’at (24/9), mengatakan, Pelleng Manuk Tuk ini merupakan makanan khas Pak-pak. “Makanan ini merupakan makanan yang biasa disajikan pada upacara adat atau acara-acara adat lainnya,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut Erlina, Pelleng Manuk Tuk ini merupakan nasi yang dimasak bersama santan dan bumbu khas Pak-pak.
Dari namanya, lanjutnya, makanan ini memang menggunakan ayam sebagai lauknya. “Pada Pelleng Manuk Tuk ini, ayam yang digunakan yakni ayam kampong yang digulai khas pak-pak,” kata Erlina.

Namun, sambung Erlina, sebagai lauknya tak hanya ayam gulai tersebut yang disajikan. “Tapi juga cincangan bagian dalam ayam yang dipanggang dan ditumis,” terangnya seraya mengatakan, setiap sajian yang dipajang di stand tersebut menggunakan resep asli atau bumbu khas Pak-pak.

Dalaman ayam ini berupa kepala, hati, rempelo dan punggung ayam. “Semua itu dicuci bersih, lalu dipanggang dan kemudian dipotong kecil-kecil. Setelah itu baru ditumis beserta bumbu khas Pak-pak lalu dicincang lagi biar lebih mudah dikonsumsi. Selanjutnya ditambahkan santan dan dimasak hingga agak kering,” papar Erlina.
Adapun rempah-rempah yang diperlukan untuk membuat bumbu khas Pak-pak ini yakni, cabe rawit, cabe merah, jahe, lengkuas, kunyit, andaliman, asam cikala, serai, daun salam, dan daun jeruk.

Lebih lanjut Erlina mengatakan, Pelleng Manuk Tuk ini merupakan penggabungan nasi, kelapa parut dan air bumbu dari ayam gulai dan tumisan dalaman ayam tadi. “Tak hanya itu, dalam penyajiannya Pelleng Manuk Tuk ini juga harus dibarengi dengan berbagai hiasan makanan, seperti cabe rawit, cabe merah, timun, selada, kemangi dan yang tak boleh dilupakan yakni jengkol,” tuturnya.

Pelleng Manuk Tuk ini menurut Erlina makanan yang cukup lemak namun gurih. Hal ini dikarenakan nasi yang dicampurkan dengan santan tadi. “Untuk dinikmati setiap hari juga bisa, namun, di Pak-pak, biasanya kami memasaknya seminggu sekali jika tak ada acara adat,” ungkapnya. (saz)



Ginaru Ncor dan Nditak

Tak hanya Pelleng Manuk Tuk, masakan khas Pak-pak yang juga terkenal nikmatnya yakni Ginaru Ncor dan Nditak.
Ginaru Ncor ini merupakan masakan berupa bubur nasi yang dimasak bersama bumbu khas Pak-pak dan berbagai bumbu lainnya. “Membuat Ginaru Ncor ini tak seperti membuat bubur nasi biasa. Karena sebelum dimasak beras harus digiling lebih dulu, jadi buburnya sangat lembut nanti hasilnya,” ujar Erlina.

Campuran untuk nasi yang telah dimasak menjadi bubur ini juga sedikit unik, yakni ubi dan bumbu yang telah dihaluskan. “Untuk rempah-rempah seperti serai, daun salam dan asam cikala tak perlu dihaluskan. Cukup di tumbuk lalu ditumis,” terang Erlina seraya mengatakan, hal ini dilakukan agar rempah-rempah tersebut tak larut dalam bumbu. Karena rempah tersebut hanya sebagai pelengkap.

Nah, lanjutnya, bumbu yang telah jadi tersebut dicampurkan dengan bubur nasi tadi. “Sebagai bahan yang juga akan dicampurkan ke dalam bubur nasi tadi yakni labu, rebung, daun meranti, terong rimbang dan bayam, tak lupa pete sebagai syarat utama” papar Erlina.

Ginaru Ncor ini merupakan makanan yang syarat dengan serat. Karena campuran berbagai bahan makanannya sangat banyak dan lengkap. “Tak hanya syarat serat, tapi makanan ini juga sangat lezat. Ginaru Ncor ini juga makanan untuk menambah selera makan,” ujar Erlina sambil mengatakan, akan lebih lezat lagi, lanjutnya, jika Ginaru Ncor ini dihidngkan panas-panas.

Nah, makanan khas Pak-pak yang satu lagi adalah Nditak. Nditak merupakan makanan berjenis kue. “Nditak ini sangat mudah membuatnya. Hanya membutuhkan sedikit bahan,” terangnya.

Nditak terbuat dari beras yang ditumbuk menjadi tepung yang kemudian dicampurkan dengan bumbu yang juga dihaluskan. Bumbu ini berupa merica hitam, jahe, bawang putih dan garam. “Kelapa parut juga diperlukan untuk campurannya, kemudian digongseng agar tak cepat basi. Dan campurkan semua bumbu dan kelapa juga gula yang kemudian ditumbuk bersama,” jelas Erlina.

Lalu, sambungnya, campurkan semua bahan tersebut hingga rata dan cetak sesuai dengan keinginan. “Bisa juga hanya dengan diremas dengan tangan. Dan Nditak ini tak perlu dimasak,” katanya. (saz)


Sumber:
http://www.hariansumutpos.com/arsip/?p=62182

1 komentar: