Kamis, 17 Mei 2012

suku batak - IDENTIFIKASI JENIS-JENIS PRASASTI

(suku batak) [Informasi seputer batak Toba, Pakpak, Karo, Simalungun, Angkola, Mandailing dan Wisata Danau Toba]
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS PRASASTI

I. PENDAHULUAN
Semua hal yang ada dan terjadi saat ini tidak dapat terlepas dari apa yang telah terjadi pada masa lalu. Salah satu sarana sebagai penghubung antara masa sekarang dan masa lalu adalah dengan adanya bukti-bukti tinggalan arkeologis. Dengan adanya bukti-bukti tersebut kita dapat mengetahui adanya peradaban pada masa lalu. Beberapa tinggalan masa lalu di wilayah Sumatera Utara diantaranya berupa biaro-biaro pada kompleks percandian Padang Lawas, Benteng Putri Hijau, Istana Maimun, dan masih banyak lagi tinggalan arkeologis lainnya. Selain berupa bangunan, tinggalan arkeologis dapat juga berupa prasasti.

Prasasti merupakan bukti tertulis dari masa lampau yang berperan penting dalam penyusunan Sejarah Indonesia Kuno. Prasasti diartikan sebagai sumber-sumber sejarah dari masa lalu yang tertulis diatas batu atau logam. Sebagian besar dari prasdasti-prasasti itu dikeluarkan oleh seorang raja-raja yang memerintah di berbagai kepulauan Indonesia sejak abad ke-5 (Boechari, 1977: 2). Prasasti yang merupakan saksi tertulis masa lalu dapat menjelaskan beberapa aspek kehidupan baik itu mengenai sistem pemerintahan, perdagangan, ekonomi, hukum, maupun religi. Prasasti dapat kita katakan sebagai bukti absolut karena didalamnya menjelaskan tentang peristiwa atau suatu hal yang terjadi pada saat itu, berbeda dengan sebuah bangunan-bangunan atau benda-benda arkeologis yang lebih bersifat relatif. Suatu bangunan atau benda arkeologis akan lebih kuat nilai sejarahnya apabila didukung dengan adanya temuan prasasti.

Didalam sebuah prasasti, kita bisa ketahui adanya angka tahun pendirian sebuah bangunan, pemberian sima pada sebuah desa untuk dijadikan sebagai daerah perdikan, nama raja yang memerintah pada saat pembuatan prasasti, serta alasan pembuatan prasasti. Selain dari isi prasasti, kita bisa melihat dari segi penggunaan aksara maupun bahasa sehingga kita bisa ketahui masyarakat pendukung dimana prasasti tersebut ditemukan. Selain juga itu, bahan dan bentuk prasasti berperan penting dalam pengidentifikasian jenis-jenis prasasti. Dengan demikian, antara konteks keletakan, aksara, bahasa, isi serta media yang digunakan dalam penulisan prasasti saling berhubungan dan tidak dapat dipisah-pisahkan dalam suatu analisis prasasti.

II. PRASASTI-PRASASTI DI WILAYAH PADANG LAWAS, TAPANULI SELATAN
Kompleks percandian Padang Lawas, Tapannuli Selatan selain banyak ditemukan biaro-biaro yang sebagian besar beraliran agama Buddha, juga ditemukan beberapa prasasti dengan berbagai jenis. Selama ini perhatian terhadap prasasti masih banyak difokuskan terhadap prasasti-prasasti yang terdapat di Jawa. Padahal seperti kita ketahui di Sumatera, khususnya di daerah Padang Lawas juga banyak ditemukan prasasti dengan berbagai variasi mulai dari prasasti berbahan batu, emas, beraksara palawa maupun beraksara pasca-palawa. Selain itu apabila dilihat dari isinya terdapat berbagai hal yang berbeda dalam interpretasinya. Diantara prasasti-prasasti yang ditemukan di kompleks percandian Padang Lawas diantaranya:

1. PRASASTI AEK SANGKILON
Prasasti ini ditemukan di daerah Aek Sangkilon, Padang Lawas, Tapanuli Selatan dan saat ini prasasti Aek Sangkilon disimpan di Museum Nasional Jakarta.
Transkripsi Prasasti Aek Sangkilon (Setianingsih, dkk, 2003: 5-6) :
A (atas)
1. /…/ rasyasapari
2. /…/ rān wanwawayawanwa
3. /…/ sakapālamālānika
4. //om astāna
B (Bawah)
1. darānandasyadipamkarasyadara
2. ramya ramya sri karunālayawi
3. mārayamārayakārayakāra
4 catur wimsa tinetra yata hana
Terjemahan :

2. PRASASTI TANDIHAT 1
Prasasti ini ditemukan di daerah Padang Lawas, Tapanuli Selatan dan saat ini prasasti Tandihat 1 disimpan di Museum Nasional Jakarta.
Transkripsi Prasasti Tandihat 1 (Setianingsih, dkk, 2003: 6) :
A (atas)
1. wanwawanwamāgi
2. bukāngrhŭgr
3. hŭcitrasamasyasā
4. tŭnhahāhahā
B (bawah)
1. hŭ hŭ he haī
2. ho hau ha ha
3. om ah hum
Terjemahan :

3. PRASASTI TANDIHAT 2
Prasasti ini ditemukan di Biaro Tandihat 2, Desa Tandihat 2 Kec. Barumun Tengah, Tapanuli Selatan dan saat ini prasasti Tandihat 1 disimpan di Museum Provinsi Sumatera Utara. Transkripsi Prasasti Tandihat 2 (Setianingsih, dkk, 2003 : 8-9) :
Buddha i swakarmma
Terjemahan :
Buddha dengan perbuatan (karma) nya sendiri.

4. PRASASTI BATU GANA 1
Prasasti ini ditemukan di Biaro Bahal 1, Desa Bahal, Padang Bolak, Tapanuli Selatan dan saat ini prasasti Batu Gana 1 disimpan di Museum Negeri Sumatera Utara.
Transkripsi Prasasti Batu Gana 1 (Setianingsih, dkk, 2003 : 6-7) :
1. ……….lanarjakdata
2. ……….yapawaga sawah ja i sā
3. ……..kabanatya
4. ……..pwa n mangsak ā
5. ………da parahu dan pahilira
6. ………ba btu ganam ya di padang
7. ……..damarhaya mahilir
8. ……….n prapa darmang pangkara diyam a
9. ………..maha dana ……. manusuk simā i nan mularang
10. ……..narann kabayaj pu gwa kudhi hang dajā kudhi haji bawa bwat parnnosamuha
Terjemahan :
1. ……………………….
2. …………sawah ……….
3. dengan tarian
4. memakan daging
5. …….sebuah perahu dialirkan
6. ……. batu gana di padang
7. ……. lampu kuda mengalir
8. ……… kesedihan dan …….
9. …….. hadiah besar ………simā di nan mularang
10. ……..arah kepala mpu gwa kudhi, hang daja kudhi haji membawa kekuatan parnnosamuha

5. PRASASTI BATU GANA 2
Prasasti ini ditemukan di Desa Batu Gana, Padang Bolak, Tapanuli Selatan dan saat ini Prasasti Batu Gana 2 masih insitu.
Transkripsi Prasasti Batu Gana 2 (Setianingsih, dkk, 2003 : 13-14) :
11. ila do ho na ngarata / ti di hamo ba …… yo (to) ya (ta) …..
12. do i ke ku do i pa ke amang di powang ku bayo bamang
13. rapo ni satan. Mangala bubuh andon. Maen. San ra
14. da mang yaya la. Do huta le baba nyewa. Bil. Nga bara rusa
15. da (?) rena nda nangam. Bana nabi (b ah) ganag do gatem. Angnara
16. da sa hi gudoha mabenga. Ha de sa be met ja ya (ta) mabauh. As ban (b/p) dita
17. nu ………………… da dung busa lolibuno i ………la calak pana le dang a
18. ….hab bu sa di bani no a ha (ca) gap. Di nadomi
19. …ba (wa) bani dala tuwisa ni hate da
20. ..dang paharat nga….basa bunda dongi bada
21. …nurat. na……nan. ma…
22. …pa nak. Wa….
23. ngak. Ta i bada a a // u //
24. bajan. Nya
25. …iya na….
Terjemahan :

6. PRASASTI SITOPAYAN 1
Prasasti ini ditemukan di Biaro Sitopayan, Desa Sitopayan, Padang Bolak, Tapanuli Selatan dan saat ini prasasti Sitopayan 1 disimpan di Museum Negeri Sumatera Utara.
Transkripsi Prasasti Sitopayan 1 (Setianingsih, dkk, 2003 : 7-8) :
1. tatkala hang tahi si ranggit
2. kabayin p wanyawari babwat bagas
3. brahala satap (sisi lain)
Terjemahan :
1. Ketika itu Hang Tahi, Si Ranggit (dan)
2. Kabayin Pu Anyawari membuat rumah
3. Berhala satu atap

7. PRASASTI SITOPAYAN 2
Prasasti ini ditemukan di Biaro Sitopayan, Desa Sitopayan, Padang Bolak, Tapanuli Selatan dan saat ini prasasti Sitopayan 2 disimpan di Museum Negeri Sumatera Utara.
Transkripsi Prasasti Sitopayan 2 (Setianingsih, dkk, 2003 : 8) :
1. pu sapta hang buddhi sang imba hang langgar tat (ka) la itu
2. barbwat tapah nanggang byara sang raja
Terjemahan :
1. Pu Sapta, Hang Buddhi, Sang Imba, dan Hang Langgar tatkala itu
2. Membuat (tempat) bertapa wihara sang raja

8. PRASASTI LOBU DOLOK 1
Prasasti ini ditemukan di Makam di situs Lobu Dolok, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Tapanuli Selatan dan sampai sekarang prasasti ini masih insitu.
Transkripsi Prasasti Lobu Dolok 1 (Setianingsih, dkk, 2003 : 9-10) :
1. ga tak
2. ga tak
3. di bana
Terjemahan :
1. datanglah
2. datanglah
3. menjadi miliknya

9. PRASASTI LOBU DOLOK 2
Prasasti ini ditemukan di Makam di situs Lobu Dolok, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Tapanuli Selatan dan sampai sekarang prasasti ini masih insitu.
Transkripsi Prasasti Lobu Dolok 2 (Setianingsih, dkk, 2003 : 10) :
1. para
2. dat
Terjemahan :
Yang melakukan adat / yang mengikuti adat

10. PRASASTI LOBU DOLOK 3
Prasasti ini ditemukan di Makam di situs Lobu Dolok, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Tapanuli Selatan dan sampai sekarang prasasti ini masih insitu.
Transkripsi Prasasti Lobu Dolok 3 (Setianingsih, dkk, 2003 : 10) :
1. paru
2. hum
Terjemahan :
Yang Melakukan hukum/yang mengikuti hukum atau hakim

11. PRASASTI RAJA SORITAOON
Prasasti ini ditemukan di makam di Situs Padang Bujur, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Tapanuli Selatan dan sampai sekarang prasasti ini masih insitu.
Transkripsi Prasasti Raja Soritaaon (Setianingsih, dkk, 2003 : 10-11) :
1. raja sori
2. taaon ma
3. n pang na taon
4. i sahalah na
5. di padang bujur ha
6. gangug pamahu panapa
7. padi ha da rura
8. ange ya ya
9. gang naya
Terjemahan :
1. Raja Sori
2. Taaon dewasa
3. Pemberani, kuat, dan dewasa
4. mempunyai kemuliaan (kesaktian, wibawa)
5. di daerah Padang Bujur

12. PRASASTI CANDI MANGGIS
Prasasti ini ditemukan di Candi Manggis, Kec. Sora, Tapanuli Selatan dan saat ini prasasti Candi Manggis disimpan di Museum Negeri Sumatera Utara.
Transkripsi Prasasti Candi Manggis (Setianingsih, dkk, 2003 : 9) :
1. …..pa ba ta ba na ….
2. …2 i ta u …..
3. ….nah pa pa ……

13. PRASASTI GUNUNG TUA
Prasasti ini ditemukan di daerah Gunung Tua, Padang Lawas, Tapanuli Selatan dan saat ini prasasti Gunung Tua disimpan di Museum Nasional Jakarta.
Transkripsi Prasasti Gunung Tua (Setianingsih, dkk, 2003 : 11-12) :
1. Swasti śaka warsātita 946 caitramāsa, tithi tritiya sukla, śekrawāra, tatkala juru pa
2. ndai suryya barbuat bhatāra lokanātha, imānikuśala mūlā ni sarvva satva sādhāranikr
3. tvā, anu ttarā yām samyayakram bodhau parināmam yāmi
Terjemahan :
1. Selamat tahun saka 946, bulan Caitra, hari ketiga masa bulan terang, hari jumat. Ketika itu juru pandai yang bernama
2. Suryya membuat (patung) bhatara Lokanātha, dari semua pekerja yang baik dari segala pembuatan, harapan saya
3. bagi semua kebijaksanaan yang tinggi dan lengkap.


Sumber:
http://churmatinlearning.wordpress.com/2008/11/05/identifikasi-jenis-jenis-prasasti/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar